Sabtu, 25 Desember 2010

resensi

Totto-chan (Gadis Cilik di Jendela)

tottochan2.jpg
Judul Buku : Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Alih Bahasa : Widya Kirana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2003
—————————————————————————————————————————————–
Siapa yang waktu kecilnya bandel, berisik, banyak tanya dan tidak bisa diam? Tidak termasuk anda? Berarti sewaktu anda kecil bukan anak kecil yang normal. Anak kecil bandel dan berlaku macam-macam kebandelan itu biasa. Tapi ada batas kewajaran dari kebandelan tersebut.
Tapi Toto-chan, mh… mungkin tidak bisa dibilang bandel tapi luar biasa… minta ampun deh. Bayangkan, kelas satu SD saja sudah di D-O karena bandel. Selama satu minggu dia bersekolah sudah membuat guru kelasnya bahkan guru kelas-kelas lainnya strez abis.
Untung dia punya mama yang bijaksana. Mama tidak memberitahu Toto-chan tentang pemecatan tersebut hingga ia dewasa. Agar tidak mengganggu teman sekelasnya, mama mencarikan Toto-chan sekolah yang baru. Sekolah yang dapat menerima putri kecilnya apa adanya dan mampu mengajarinya bagaimana seharusnya berlaku dengan baik.
Setelah bertanya kesana kemari, akhirnya mama menemukan TO-MO-E-GA-KU-EN. SD Tomoe yang didirikan oleh Pak Sosaku Kobayashi. Seorang pakar pendidikan yang ramah dan sabar. Ia mendalami dan menerapkan euroritmik di Tomoe.
Pak Kobayashi juga menerapkan beberapa sistem yang “aneh” dan tidak biasa ada di sekolah lain. Setiap kegiatan di sekolahnya dirancang khusus untuk kebutuhan setiap siswa. Semua siswa merasa senang di Tomoe.

Walaupun keseluruhan cerita mengenai Toto-chan, tapi buku ini sebenarnya ingin menceritakan tentang Tomoe sebagai hasil karya Pak Kobayashi.
Setiap orang yang membaca buku ini pasti ingin bersekolah di Tomoe. Setiap praktisi pendidikan yang membaca buku ini pasti akan mengidamkan punya sekolah seperti Tomoe. Dan pada kenyataanya banyak sekali guru muda yang terinspirasi dengan Tomoe dan menerapkan di sekolah mereka. Baik mereka sebagai pengajar, atau bahkan sebagai pendiri.
Ide Kobayashi sebagai pendidik sejati sangat kuat melekat dalam benak setiap praktisi pendidikan muda yang membacanya. Ia menjadi model ideal seorang pendidik. Cara-cara ia bergaul dengan siswanya, cara ia menegur guru bawahanya.
Buku yang bagus buat memahami isi kepala seorang anak, sekaligus belajar memahami cara berpikir seorang anak. Jadi baik dibaca buat anak-anak dan para orangtua/guru.
Totto-Chan bahagia masuk ke sekolah yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena di sekolah ini ia mendapat kepercayaan besar dari Kepala Sekolah Kobayashi yang menghargai pendapatnya sebagai anak kecil.
Sekolah Tomoe ini juga memiliki pendekatan menarik dengan tiap muridnya. Misalnya ada upacara makan bersama dengan kebiasaan “makanan dari laut , dan makanan dari gunung”. Dan banyak kebebasan dimana di kelas tiap anak bebas belajar yang mereka suka tanpa harus mengikuti urutan pelajaran.

copas::  http://udaeko.wordpress.com/2007/07/26/totto-chan-gadis-cilik-di-jendela/

0 komentar:

Posting Komentar

 
;